Kehidupan pulau · bawah tanah

Rumah bawah tanah Gala-Gala

Seorang pria menghabiskan lima belas tahun menggali rumah di dalam batu kapur hanya dengan alat tangan. Tempat singgah singkat yang unik dan menakjubkan di sela hari jalan-jalan di pulau.

Discover Lembongan / Panduan / Rumah Gala-Gala · English

Jawaban singkat: Gala-Gala adalah rumah yang dipahat dengan tangan di dalam batu kapur di bawah Desa Lembongan, digali oleh warga setempat, Made Byasa, selama sekitar 15 tahun, dari 1961 sampai 1976. Kunjungan cukup 20 sampai 30 menit, dengan tiket masuk murah yang dibayar di lokasi.

Tahun 1961, seorang pria di Desa Lembongan mulai menggali tanah di bawah rumahnya. Ia terus menggali, dengan palu dan pahat, selama sekitar lima belas tahun. Hasilnya adalah Gala-Gala, jaringan ruangan dan lorong yang dipahat di batu kapur pulau, dan salah satu tempat wisata paling unik di Lembongan.

Kisahnya

Penggalinya adalah Made Byasa, yang juga dikenal sebagai Mangku Byasa: petani, penari sekaligus dalang. Menurut cerita, ia terinspirasi kisah dari Mahabharata, epos Hindu yang sering dibawakan dalam pertunjukan wayang Bali. Ia bekerja dengan tangan dari 1961 sampai 1976, memahat rumah yang cukup luas untuk ditinggali. Cerita tentang masa tuanya berbeda-beda, jadi kami tidak akan menebak detailnya.

Apa yang bisa dilihat

Tangga sempit menurun ke jaringan lorong dan ruangan kecil, sejuk dan temaram setelah terik di luar. Ada dapur, kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga dan ruang makan, serta ruangan kecil untuk meditasi, yang dihubungkan lorong-lorong rendah, dengan beberapa lubang ke permukaan untuk cahaya dan udara. Luas seluruhnya sekitar 500 meter persegi. Bekas pahatan masih terlihat di dinding.

Berkunjung

Kunjungan cukup 20 sampai 30 menit. Ada tiket masuk murah, dibayar tunai di pintu masuk: harga yang tercantum berkisar sekitar Rp20.000 sampai Rp50.000, jadi cek di hari itu. Biasanya buka dari pagi sampai sore. Sering ada orang di lokasi yang mengantar keliling dan menceritakan kisahnya; tip kecil adalah cara yang baik untuk berterima kasih.

Gala-Gala ada di Desa Lembongan, di selatan pulau, tidak jauh dari Yellow Bridge, masuk gang kecil yang ada papan penunjuknya. Pas digabung dalam satu hari dengan jembatan, Ceningan dan hutan mangrove.

Cocok untuk siapa

Anak-anak biasanya senang, asal mereka nyaman di ruang sempit. Lorongnya rendah, jadi kamu harus membungkuk, dan tangganya curam serta bisa licin. Tidak cocok untuk yang mobilitasnya terbatas atau tidak suka ruang tertutup. Lembongan bersama anak.

Pertanyaan

Siapa yang membangun rumah bawah tanah Gala-Gala?

Made Byasa, petani, penari dan dalang setempat, yang juga dikenal sebagai Mangku Byasa. Ia menggalinya dengan tangan dari 1961 sampai 1976, terinspirasi kisah dari Mahabharata.

Berapa tiket masuk Gala-Gala?

Ada tiket masuk murah, dibayar tunai di lokasi. Harga yang tercantum berkisar sekitar Rp20.000 sampai Rp50.000 per orang dewasa, jadi cek saat tiba.

Apakah Gala-Gala worth it dikunjungi?

Kalau kamu suka kisah manusia yang unik, ya. Kunjungannya singkat, sejuk di hari yang panas, dan gampang digabung dengan Yellow Bridge dan Ceningan yang dekat. Tidak cocok untuk yang tidak nyaman di ruang sempit dan rendah.

Di mana lokasi rumah bawah tanah di Nusa Lembongan?

Di Desa Lembongan, di selatan pulau, tidak jauh dari Yellow Bridge, masuk gang kecil dari jalan utama. Ada papan penunjuknya.