Waves surging into the rocky cove at Devil's Tears on Nusa Lembongan, throwing up a plume of spray.
Rencana · tetap aman

Apakah Lembongan aman?

Pulau yang ramah dan santai, dengan risiko nyata dari laut, tebing dan jalan. Apa yang perlu diwaspadai, dan apa yang terjadi kalau ada masalah.

Jawaban singkat: Ya, Lembongan umumnya pulau yang aman dan ramah, dan kejahatan serius terhadap wisatawan jarang terjadi. Risiko sebenarnya datang dari alam: ombak kuat di tebing, arus dan rip current yang kuat, serta jalan sempit bagi yang belum lancar naik motor.

Lembongan adalah pulau kecil yang ramah, dan kebanyakan pengunjung paling-paling cuma pulang dengan kulit terbakar matahari. Hal-hal yang benar-benar bisa mencelakai orang di sini sebagian besar datang dari alam: ombak, arus, tebing, dan jalan yang lebih sulit dari kelihatannya. Semua ini tidak perlu membuatmu batal datang. Cukup tahu di mana risikonya.

Tebing: Devil's Tears dan Blue Lagoon

Di Devil's Tears, gelombang menerjang bebatuan dan menyembur ke atas menjadi awan percikan raksasa. Pemandangannya spektakuler, dan di sinilah orang pernah tersapu dari bebatuan dan tenggelam. Ombak tidak sama besarnya: satu ombak dalam satu set bisa jauh lebih besar dari yang lain. Jaga jarak yang jauh dari tepi dan tetap di belakang tali pembatas, jangan pernah membelakangi laut demi foto, dan ekstra hati-hati saat air pasang dan gelombang besar.

Blue Lagoon di Ceningan sama sekali tidak punya pembatas. Cliff jumping di sana hanya untuk hari yang tenang, jangan sendirian, dan jangan saat air surut.

Berenang, rip current dan arus

Air di antara ketiga pulau bergerak cepat. Arus kuat mengalir di selat-selatnya, dan beberapa pantai punya rip current (arus balik), terutama Dream Beach. Berenanglah di tempat orang lain berenang, jangan sampai kaki tidak menyentuh dasar, dan tanyakan kondisi laut ke warga setempat. Kalau arus menarikmu ke tengah, jangan melawannya: berenang sejajar pantai, lalu kembali ke tepi. Peringkat pantai untuk berenang.

Untuk snorkeling dan diving, arus inilah yang membuat kehidupan lautnya begitu kaya, sekaligus alasan untuk ikut operator lokal yang berpengalaman daripada berenang sendirian ke tengah. Dengarkan briefing, tetap bersama grup perahu, dan bawa pelampung kalau ditawarkan. Diving.

Motor dan jalan

Kecelakaan motor adalah penyebab cedera paling umum bagi wisatawan. Jalannya sempit, sebagian curam, dan tikungan sering berpasir dan berkerikil. Selalu pakai helm, berkendara pelan-pelan, jangan naik motor setelah minum alkohol, dan sebisa mungkin hindari jalan tanpa penerangan di malam hari. Pastikan asuransi perjalananmu menanggung kecelakaan motor, yang biasanya berarti kamu harus punya SIM C yang sesuai. Kalau belum pernah naik motor, ini bukan tempat untuk belajar. Cara berkeliling.

Turun basah dari kapal

Kebanyakan kapal merapat di pantai, dan kamu turun ke air yang bisa setinggi lutut dengan ombak kecil. Tunggu tanda dari kru, pegang pagar, dan biarkan tangan bebas: biarkan kru yang menurunkan tasmu. Simpan barang berharga di dry bag. Memilih fast boat.

Matahari, panas dan air minum

Matahari di dekat khatulistiwa terik, bahkan saat berawan. Minum banyak air, tutupi badan di tengah hari, dan pakai rash guard untuk snorkeling lama. Minum air kemasan atau air isi ulang yang sudah difilter, bukan air keran.

Hewan

Bali masih punya kasus rabies, dan di pulau-pulau ini banyak anjing serta beberapa monyet. Jangan menyentuh atau memberi makan hewan, dan kalau digigit atau dicakar, cuci lukanya dengan baik dan segera ke dokter di hari yang sama.

Kalau terjadi sesuatu

Lembongan punya klinik-klinik kecil, termasuk setidaknya satu yang buka 24 jam, yang bisa menangani luka ringan dan menstabilkan pasien. Tidak ada rumah sakit besar di kepulauan ini: kasus serius dibawa dengan kapal ke rumah sakit di Bali, dan ada layanan ambulans laut di area ini. Catat nomor klinik dan nomor darurat asuransimu begitu tiba. Nomor darurat umum di Indonesia adalah 112, tapi di pulau kecil bantuan tercepat sering datang dari penginapanmu.

Pencurian dan penipuan

Kejahatan serius jarang terjadi. Pencurian kecil bisa terjadi, seperti di mana saja: jangan tinggalkan HP dan tas tanpa pengawasan di pantai atau di keranjang motor. "Penipuan" yang paling umum adalah wisatawan asing membayar pungutan wisata Bali di situs palsu; WNI tidak perlu membayar pungutan ini sama sekali. Cara bayar yang resmi.

Pertanyaan

Apakah Nusa Lembongan aman untuk wisatawan?

Umumnya aman. Pulaunya kecil dan ramah. Kebanyakan kecelakaan terjadi di laut, di tebing seperti Devil's Tears dan Blue Lagoon, atau di atas motor, jadi kunci keselamatan di sini adalah menghormati laut dan jalan.

Apakah Devil's Tears berbahaya?

Ya, kalau terlalu dekat. Ombak menyembur lewat bebatuan tanpa peringatan dan sudah ada orang yang tersapu dan meninggal. Jaga jarak yang jauh dari tepi dan tetap di belakang tali pembatas, terutama saat air pasang atau gelombang besar.

Apakah ada rumah sakit di Nusa Lembongan?

Tidak ada rumah sakit besar, tapi ada klinik, termasuk setidaknya satu yang buka 24 jam. Kasus serius dibawa menyeberang ke rumah sakit di Bali dengan kapal, jadi asuransi perjalanan yang baik itu penting.

Apakah aman naik motor di Nusa Lembongan?

Untuk yang sudah lancar, umumnya aman. Jalannya sempit, curam di beberapa bagian dan berpasir di tikungan, terutama di Ceningan. Kalau belum pernah naik motor, jangan belajar di sini: pakai sopir atau buggy.

Foto: Sgroey, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons